Tragedi Ojol: Nyawa Terenggut, Harapan Padam
Dunia transportasi daring kembali diwarnai duka. Seorang pengemudi ojek online (ojol), yang sehari-hari mengais rezeki di jalanan, ditemukan tewas dalam insiden yang diduga kuat sebagai pembunuhan. Peristiwa tragis ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi para pekerja informal ini.
Korban, yang identitasnya seringkali baru terungkap setelah kejadian pilu, diduga menjadi target kejahatan dengan motif perampokan, baik kendaraan maupun barang berharga. Kekerasan tak terduga menghabisi nyawa mereka yang sedang berjuang mencari nafkah halal.
Peristiwa ini sontak memicu gelombang simpati dan kecaman publik. Tuntutan akan penegakan hukum yang tegas serta peningkatan jaminan keamanan bagi para pengemudi ojol semakin menggema. Pembunuhan ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan pahit dari kerentanan profesi yang rentan ini.
Penting bagi kita semua untuk menyadari risiko yang dihadapi para "pahlawan jalanan" ini, serta terus mendorong upaya kolektif untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan adil bagi mereka yang setiap hari mempertaruhkan nyawa demi melayani kebutuhan mobilitas kita.
