Penyebaran hoaks

Hoaks: Wabah Digital di Era Informasi

Hoaks bukan lagi sekadar informasi salah, melainkan virus digital yang menyebar dengan kecepatan kilat. Di era informasi berlimpah ini, kemampuannya merusak jauh melampaui sekadar mengganggu; ia adalah ancaman senyap yang mengikis fondasi kepercayaan.

Penyebarannya ibarat api dalam sekam. Media sosial dan aplikasi pesan instan menjadi lahan subur bagi hoaks untuk berkembang biak. Didorong oleh kecepatan berbagi, kurangnya verifikasi, dan terkadang emosi sesaat atau keinginan untuk membenarkan prasangka, sebuah kebohongan bisa menjadi "kebenaran" yang diyakini jutaan orang dalam hitungan menit. Algoritma platform digital yang cenderung memprioritaskan konten emosional juga turut mempercepat penyebaran ini.

Dampaknya tidak main-main. Hoaks dapat memecah belah masyarakat, memicu kepanikan massal, merusak reputasi, bahkan memicu konflik fisik dan kerugian ekonomi. Kepercayaan terhadap sumber informasi sahih pun terkikis perlahan, menciptakan kebingungan dan apatisme terhadap kebenaran itu sendiri.

Melawan hoaks adalah tanggung jawab kita bersama. Setiap individu perlu menjadi filter pertama. Verifikasi sebelum berbagi, ragukan informasi yang memicu emosi berlebihan, dan selalu cari sumber yang kredibel. Dengan kewaspadaan dan literasi digital, kita bisa meredam ‘wabah’ ini dan menjaga ruang informasi tetap sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *