Jejak Hitam di Dunia Digital: Siapa Peretas Kriminal Itu?
Di tengah pesatnya teknologi, muncul sosok yang memanfaatkan keahlian digitalnya untuk tujuan jahat: peretas kriminal. Berbeda dengan ‘peretas topi putih’ (white hat) yang berupaya meningkatkan keamanan, peretas kriminal, atau ‘peretas topi hitam’ (black hat), adalah dalang di balik kejahatan siber yang merugikan.
Mereka adalah individu atau kelompok yang secara ilegal menyusup ke sistem komputer, jaringan, atau perangkat digital dengan niat merugikan. Tujuan mereka beragam, mulai dari pencurian data pribadi dan finansial, penyebaran malware dan ransomware yang melumpuhkan sistem, penipuan online (phishing), hingga sabotase infrastruktur penting.
Motivasi di balik aksi mereka pun bervariasi: keuntungan finansial, spionase industri, balas dendam, bahkan sekadar mencari sensasi atau menunjukkan kemampuan. Mereka beroperasi dalam bayangan, memanfaatkan kerentanan sistem dan kelalaian pengguna untuk melancarkan serangan.
Dampak dari ulah peretas kriminal sangat merusak. Korban bisa mengalami kerugian finansial besar, kebocoran data sensitif, hilangnya kepercayaan, hingga terganggunya operasional bisnis dan layanan publik. Mereka meninggalkan jejak kehancuran digital dan menghadapi ancaman hukuman pidana berat.
Singkatnya, peretas kriminal adalah ancaman nyata di era digital. Keberadaan mereka menuntut kita untuk selalu waspada dan memperkuat pertahanan siber demi melindungi diri dan aset digital kita.












