Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian terhadap Ketahanan Pangan

Sawah Berubah Beton: Ancaman Senyap Ketahanan Pangan

Alih fungsi lahan pertanian, fenomena di mana area subur diubah menjadi permukiman, industri, atau infrastruktur, adalah ancaman serius yang seringkali luput dari perhatian. Pergeseran ini, yang kerap digerakkan oleh pertumbuhan populasi dan pembangunan, secara diam-diam menggerogoti fondasi ketahanan pangan suatu bangsa.

Dampak Langsung: Ketersediaan Pangan Terancam
Setiap hektar sawah atau kebun yang berganti rupa menjadi bangunan berarti hilangnya potensi produksi pangan. Penurunan drastis lahan pertanian subur ini secara langsung mengurangi kapasitas negara untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik. Akibatnya, ketergantungan pada impor pangan pun meningkat. Kondisi ini membuat negara rentan terhadap gejolak harga pasar global, fluktuasi pasokan, bahkan tekanan politik dari negara eksportir. Swasembada pangan, yang merupakan pilar kedaulatan, menjadi mimpi yang semakin jauh.

Dampak Tidak Langsung: Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
Lebih dari sekadar produksi, alih fungsi lahan juga memukul sektor pertanian dan masyarakatnya. Petani kehilangan mata pencarian, memaksa mereka urbanisasi atau beralih profesi tanpa keahlian memadai, yang berujung pada peningkatan kemiskinan di pedesaan. Kenaikan harga pangan akibat kelangkaan pasokan domestik juga membebani masyarakat, terutama kelompok rentan.

Secara lingkungan, hilangnya lahan pertanian berarti berkurangnya area resapan air, memicu banjir dan kekeringan. Kehilangan keanekaragaman hayati dan degradasi ekosistem juga tak terhindarkan.

Mendesak: Kebijakan Pro-Pangan
Menghentikan laju alih fungsi lahan pertanian bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Diperlukan kebijakan tata ruang yang tegas dan berkelanjutan, insentif bagi petani untuk tetap produktif, serta inovasi teknologi pertanian untuk meningkatkan hasil di lahan yang tersisa. Tanpa perlindungan serius terhadap lahan pertanian, masa depan pangan kita, dan pada akhirnya, stabilitas bangsa, akan berada di ujung tanduk. Alih fungsi lahan bukan hanya masalah ekonomi, melainkan krisis eksistensial bagi ketahanan pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *