Api dalam Sekam: Konflik Sosial dan Ancaman Nyata Stabilitas Nasional
Konflik sosial, dari perselisihan kecil hingga bentrokan skala besar, adalah realitas yang tak terhindarkan dalam masyarakat majemuk. Namun, ketika tidak dikelola dengan baik, ia bermetamorfosis menjadi ‘api dalam sekam’ yang mengancam fondasi stabilitas nasional. Dampaknya meluas, merusak bukan hanya individu tetapi juga struktur negara secara keseluruhan.
Pengikisan Kohesi Sosial dan Keamanan:
Dampak paling langsung adalah terkikisnya kohesi sosial. Konflik menumbuhkan benih kebencian dan ketidakpercayaan antar kelompok, memecah belah masyarakat, dan mengganggu harmoni. Secara keamanan, ia menciptakan kekacauan, memicu kekerasan, dan dapat menyebabkan korban jiwa serta pengungsian, membebani aparat keamanan dan sumber daya negara. Lingkungan yang tidak aman ini menghambat aktivitas sehari-hari dan menumbuhkan rasa ketidakpastian.
Hantaman Ekonomi dan Pembangunan:
Sektor ekonomi juga tak luput dari hantaman. Konflik menyebabkan kerugian material, menghambat investasi, merusak infrastruktur, dan mengganggu aktivitas ekonomi. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi melambat, pengangguran meningkat, dan program pembangunan terhenti atau mundur. Ini pada gilirannya memperparah kesenjangan dan potensi konflik di masa depan, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus.
Destabilisasi Politik dan Legitimasi Pemerintahan:
Secara politik, konflik sosial dapat mengikis legitimasi dan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ketika pemerintah dianggap gagal mengatasi konflik atau justru menjadi bagian dari masalah, kredibilitasnya merosot. Pemerintah terpaksa mengalihkan fokus dari pembangunan ke penanganan konflik, berpotensi menciptakan ketidakstabilan politik, bahkan krisis kepemimpinan. Ini juga membuka celah bagi intervensi pihak luar dan memperlemah kedaulatan negara.
Kesimpulan:
Singkatnya, konflik sosial adalah racun yang secara perlahan namun pasti merusak sendi-sendi stabilitas nasional, dari kohesi sosial hingga kemajuan ekonomi dan politik. Oleh karena itu, upaya pencegahan, pengelolaan konflik yang efektif, penegakan hukum yang adil, serta pembangunan yang inklusif adalah kunci mutlak untuk menjaga persatuan dan masa depan bangsa yang stabil dan sejahtera. Mengabaikan ‘api dalam sekam’ ini sama dengan membiarkan fondasi negara rapuh dan mudah runtuh.
