Dana Desa: Pondasi Infrastruktur, Cermin Akuntabilitas
Dana Desa telah menjadi motor penggerak transformasi pedesaan di Indonesia, dengan alokasi signifikan yang bertujuan mempercepat pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur. Dari jalan desa yang mulus, jembatan penghubung, irigasi, fasilitas air bersih, hingga posyandu dan PAUD, Dana Desa telah terbukti mampu meningkatkan aksesibilitas, menggerakkan ekonomi lokal, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Ini adalah bukti nyata potensi besar yang dimilikinya.
Namun, di balik capaian tersebut, urgensi evaluasi menyeluruh tidak bisa diabaikan. Tantangan seperti perencanaan yang kurang matang, kualitas pembangunan yang bervariasi, masalah pemeliharaan jangka panjang, hingga potensi penyalahgunaan anggaran, menuntut adanya mekanisme pengawasan dan evaluasi yang ketat dan transparan. Evaluasi bukan hanya tentang menemukan kesalahan, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah Dana Desa benar-benar tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan.
Evaluasi harus mencakup beberapa aspek kunci: kesesuaian infrastruktur dengan kebutuhan riil masyarakat, kualitas fisik dan standar teknis pembangunan, efisiensi anggaran yang digunakan, dampak sosial-ekonomi yang dihasilkan (misalnya, peningkatan mobilitas atau nilai ekonomi lokal), serta keberlanjutan pemanfaatan infrastruktur tersebut. Melibatkan partisipasi aktif masyarakat, pemerintah desa, BPD, serta pengawasan dari pihak berwenang, adalah kunci untuk mencapai akuntabilitas.
Pada akhirnya, Dana Desa adalah instrumen vital untuk memajukan desa. Namun, kekuatannya terletak pada proses evaluasi yang transparan dan akuntabel. Dengan evaluasi yang cermat, setiap rupiah Dana Desa dapat menjadi pondasi kokoh bagi kemajuan dan kesejahteraan pedesaan yang berkelanjutan, bukan sekadar proyek fisik tanpa dampak jangka panjang.
