Berita  

Kebijakan terbaru pemerintah dalam penanganan perubahan iklim

Akselerasi Hijau: Jurus Baru Indonesia Lawan Perubahan Iklim

Pemerintah Indonesia semakin serius menggaungkan komitmennya dalam penanganan perubahan iklim. Dengan urgensi global yang meningkat, serangkaian kebijakan terbaru telah digulirkan, menandai babak baru dalam upaya mitigasi dan adaptasi nasional yang lebih ambisius.

Berikut adalah poin-poin utama kebijakan tersebut:

  1. Peningkatan Target NDC (Nationally Determined Contribution):
    Indonesia telah memperbarui target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dalam NDC-nya. Dengan upaya sendiri, target naik dari 29% menjadi 31,89% pada tahun 2030, dan dengan dukungan internasional, dari 41% menjadi 43,2%. Ini menunjukkan ambisi yang lebih tinggi dan komitmen kuat.

  2. FOLU Net Sink 2030 (Forest and Other Land Use Net Sink):
    Ini adalah strategi unggulan Indonesia untuk mencapai kondisi di mana sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya dapat menyerap lebih banyak emisi daripada yang dilepaskan pada tahun 2030. Fokus pada pencegahan deforestasi, reforestasi, dan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan menjadi kuncinya.

  3. Transisi Energi Berkeadilan:
    Dorongan kuat untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) seperti tenaga surya, angin, dan panas bumi, serta secara bertahap mengurangi ketergantungan pada energi fosil, khususnya batu bara. Berbagai insentif dan regulasi mendukung percepatan transisi ini menuju bauran energi yang lebih hijau.

  4. Penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK):
    Melalui Peraturan Presiden, kerangka NEK telah diterapkan, termasuk perdagangan karbon dan pungutan karbon. Ini bertujuan untuk memberikan insentif ekonomi bagi entitas yang mengurangi emisi dan disinsentif bagi yang tidak, mendorong inovasi dan investasi hijau.

  5. Penguatan Ketahanan Iklim dan Adaptasi:
    Selain mitigasi, pemerintah juga fokus pada upaya adaptasi untuk melindungi masyarakat dan ekosistem dari dampak buruk perubahan iklim. Ini mencakup pembangunan infrastruktur tahan iklim, sistem peringatan dini, pengelolaan risiko bencana berbasis iklim, dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Kebijakan-kebijakan ini mencerminkan pendekatan holistik dan terukur dari pemerintah Indonesia. Dengan kombinasi target ambisius, strategi sektoral yang jelas, dan instrumen ekonomi, Indonesia berupaya tidak hanya memenuhi komitmen globalnya tetapi juga membangun masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyatnya. Keberhasilan implementasinya tentu membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *