Berita  

Peran media sosial dalam membentuk opini publik dan demokrasi

Narasi Demokrasi: Antara Pemberdayaan dan Polarisasi di Media Sosial

Media sosial telah menjadi kekuatan dominan yang tak terhindarkan dalam lanskap komunikasi modern. Lebih dari sekadar platform interaksi, ia kini memegang peran sentral dalam membentuk opini publik dan dinamika demokrasi. Namun, perannya adalah pedang bermata dua, menawarkan potensi besar sekaligus tantangan serius.

Di satu sisi, media sosial memberdayakan warga. Ia memberikan suara kepada kelompok marginal, memungkinkan informasi menyebar cepat melampaui media tradisional, dan memfasilitasi mobilisasi massa untuk isu-isu sosial atau politik. Gerakan akar rumput dapat terbentuk dan menyebar secara viral, menekan pemerintah untuk akuntabilitas dan mendorong partisipasi sipil yang lebih luas dalam proses demokrasi. Ini adalah arena debat terbuka yang belum pernah ada sebelumnya, di mana ide-ide dapat dipertukarkan secara langsung.

Namun, sisi gelapnya tak kalah menonjol. Media sosial menjadi lahan subur bagi penyebaran misinformasi dan disinformasi (hoaks), yang dapat menyesatkan opini publik dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi. Algoritma menciptakan "gelembung filter" dan "ruang gema", memperkuat keyakinan yang ada dan memicu polarisasi ekstrem di masyarakat. Ini juga rentan terhadap manipulasi, baik oleh aktor negara maupun non-negara, untuk tujuan politik atau ekonomi, yang berpotensi merusak integritas pemilihan umum dan proses demokratis.

Dengan demikian, peran media sosial dalam opini publik dan demokrasi adalah kompleks. Ia adalah alat yang ampuh untuk partisipasi dan perubahan, namun juga medan perang informasi dan polarisasi. Untuk memaksimalkan potensinya dan meminimalkan risikonya, literasi digital, pemikiran kritis, serta regulasi yang bijak dari pemerintah dan platform adalah kunci. Masa depan demokrasi kita sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola kekuatan transformatif ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *